Berita Pelatihan

BBPP Batangkaluku dan BBPVP Makassar Kolaborasi Latih Pensiunan Budidaya Hidroponik

BBPP Batangkaluku dan BBPVP Makassar Kolaborasi Latih Pensiunan Budidaya Hidroponik

 

Makassar, Sulawesi Selatan - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menjalin kerja sama ketenagaan dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dalam menyelenggarakan Pelatihan Pembudidayaan Sayuran Sistem Hidroponik. Pelatihan yang berlangsung selama 14 hari tersebut resmi berakhir pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan pelatihan ini dirancang khusus untuk memberikan keterampilan praktis dan produktif bagi warga pensiunan Perumahan Mangga Tiga RT 05, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Daya.

 

Melalui program ini, para peserta dibekali keahlian budidaya pertanian modern berbasis hidroponik guna mengisi masa pensiun dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomis. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang terus mendorong pemanfaatan pertanian modern dan pekarangan di lingkungan masyarakat.

 

"Dengan penerapan pertanian modern dan teknologi seperti hidroponik, produktivitas dapat meningkat hingga dua kali lipat, sementara biaya produksi dan penggunaan lahan dapat ditekan secara efisien untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan," tegas Mentan Amran dalam berbagai kesempatan. Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pertanian harus menjadi modern, tidak lagi konvensional.

 

“Kita juga harus merubah mindset, merubah pertanian kita yang tadinya konvensional menjadi pertanian modern. Ini adalah suatu keharusan, ini adalah suatu keniscayaan,” ujarnya. Sebagai bentuk sinergi dalam mengoptimalkan kualitas pelatihan, BBPP Batangkaluku menerjunkan sembilan orang Widyaiswara untuk berbagi pengetahuan dengan para peserta secara komprehensif dari hulu ke hilir.

 

Materi yang disajikan mencakup pembuatan media tanam komoditas hortikultura, teknik penyemaian, pembuatan larutan nutrisi tanaman hidroponik, pemilihan lokasi lahan produksi, hingga penyiapan serta pemeliharaan instalasi hidroponik baik sistem substrat maupun non-substrat. Selain teknis budidaya, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai tata cara penanaman, pemanenan, penanganan pascapanen, penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP), peningkatan produktivitas, serta pembekalan soft skills.

 

Perwakilan Widyaiswara BBPP Batangkaluku, Risna Ardayanti, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk memberdayakan masyarakat, khususnya para purna bakti, agar tetap aktif dan mandiri secara pangan maupun ekonomi dari lingkungan rumah. "Melalui pelatihan ini, kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan lahan di area pemukiman bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif. Keterampilan hidroponik yang dipelajari para peserta diharapkan tidak hanya menjadi hobi baru yang menyehatkan di masa pensiun, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga hingga berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumah tangga," ujar Risna.

 

Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memicu semangat kewirausahaan warga, sekaligus mendukung ketahanan pangan skala rumah tangga secara berkelanjutan.

 

(Red/*)