Kementan Gelar Gertam Serempak OPLAH dan CSR di Lampung hingga Sultra demi Perkuat Pangan Nasional
Konawe, Sulawesi Tenggara - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong percepatan tanam sebagai langkah strategis dalam meningkatkan indeks pertanaman dan memperkuat produksi pangan nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serempak Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dipimpin Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan dipusatkan di Lampung Timur, Provinsi Lampung, Jumat (21/8).
Gerakan tanam serempak ini menjadi bagian dari upaya Kementan mempercepat pemanfaatan lahan pertanian hasil program OPLAH dan CSR agar segera produktif. Momentum tersebut juga menjadi langkah antisipatif terhadap potensi perubahan iklim dan ancaman El Nino, sehingga lahan yang telah siap dapat segera ditanami.
Seperti diketahui, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanak merupakan langkah strategis untuk menjaga momentum produksi nasional sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan gerakan nasional untuk meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi pangan.
“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” ujar Idha.
Pelaksanaan kegiatan gerakan tanam serempak juga dilaksanakan di Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang dipimpin langsung oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani bersama jajaran Pemerintah Daerah, Penyuluh pertanian, Babinsa, dan Brigade Pangan.
Kehadiran BBPP Batangkaluku menjadi bagian dari dukungan UPT pelatihan Kementan dalam mengawal percepatan program pertanian di wilayah Sulawesi Tenggara.
Jamaluddin mengajak petani untuk perlahan mulai meninggalkan metode tanam hambur dan menerapkan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
"PM-AAS mengintegrasikan penggunaan alat dan mesin pertanian, konsolidasi lahan, teknologi digital, serta penerapan budidaya yang tepat sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi," jelasnya.
Selain itu, Jamaluddin juga menambahkan, keberhasilan Gertam Serempak bergantung pada sinergi pemerintah pusat dan daerah, penyuluh, Brigade Pangan, TNI-Polri dan para petani.
"Gertam Serempak di lahan Oplah dan CSR, Kementan optimis peningkatan luas tanam, indeks pertanaman, dan produktivitas dapat terus terjaga," ungkapnya.
(Red/*)