Uji Coba Metode Arkansas, UPT Pelatihan Kementan Dorong Lonjakan Produktivitas Padi Gowa
BBPP Batangkaluku, Gowa - Upaya modernisasi pertanian terus digencarkan oleh pemerintah. Kali ini, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bersama para penyuluh pertanian di Kabupaten Gowa sedang menguji coba model pertanaman Arkansas. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi dalam budidaya padi.
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (31/3) dan menjadi bagian dari strategi transformasi pertanian nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa inovasi dan teknologi adalah kunci utama dalam membangun sektor pertanian yang modern dan berdaya saing. Menurutnya, penerapan teknologi mampu meningkatkan produktivitas, menaikkan indeks pertanaman (IP), serta menekan biaya produksi bagi petani.
"Kita mendorong pertanian berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknologi, produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani pun ikut terdongkrak," ujar Mentan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa mekanisasi pertanian melalui penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) cerdas menjadi strategi utama pemerintah. Selain itu, penguatan kelembagaan petani melalui konsolidasi lahan dan pembentukan korporasi petani juga terus didorong.
"Pertanian masa depan harus tangguh, modern, dan kompetitif. Kuncinya ada pada inovasi teknologi, kelembagaan yang kuat, dan SDM yang unggul," jelasnya.
Mengenal Metode Arkansas
Kepala BBPP Batangkaluku menjelaskan bahwa Metode Arkansas mengedepankan pola tanam rapat berbentuk larikan tanpa jarak di dalam baris, dengan jarak antarbaris sekitar 20–25 cm.
"Arah larikan umumnya dibuat menghadap Barat–Timur. Teknik yang digunakan adalah tabela atau tanam benih langsung, di mana benih direndam selama 12 jam dan diperam selama 12 jam sebelum ditanam," ungkap Jamaluddin.
Widyaiswara BBPP Batangkaluku, Syamsir Pante Sukun, menambahkan bahwa sebelum penanaman, benih juga diberikan perlakuan pestisida (seed treatment) untuk mengurangi risiko serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Melalui uji coba ini, BBPP berharap metode Arkansas dapat menjadi model percontohan bagi petani dalam menerapkan sistem budidaya yang lebih efisien dan produktif. Sinergi antara widyaiswara, penyuluh, dan petani diyakini mampu mempercepat transformasi menuju pertanian modern di Indonesia.
(Red/*)
Artikel terkait = berita2bahasa.com