Agronomi Kakao, Widyaiswara UPT Pelatihan Kementan Siap Transfer Ilmu
Luwu Timur, Sulawesi Selatan - Dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang perkebunan, Widyaiswara pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Erma Dewi, telah mengikuti Pelatihan Agronomi Tanaman Kakao yang diselenggarakan di CDC Academy Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan Pelatihan Agronomi Tanaman Kakao berlangsung hampir satu bulan, 15 Januari hingga 10 Februari 2026. Fokus pada penguatan pengetahuan dan keterampilan teknis budidaya kakao secara berkelanjutan dan berbasis praktik lapangan.
Sejalan hal tersebut, Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan SDM merupakan salah satu pilar utama transformasi sektor pertanian nasional.
"Kementan fokus pada transformasi pada lima bidang strategis, salah satunya adalah penguatan dan peningkatan kualitas SDM pertanian.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya peran teknologi dan pengembangan SDM unggul dalam menjawab tantangan sektor pertanian ke depan.
“Pertanian ke depan harus menjadi sektor yang tangguh, modern, dan berdaya saing. Kunci keberhasilannya ada pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani dan pengembangan SDM unggul,” katanya.
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan keikutsertaan Widyaiswara Erma Dewi pada Pelatihan Agronomi Tanaman Kakao yang digelar di CDC Academy di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.
"Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting mendukung pelaksanaan tugas sebagai tenaga pengajar dan pendamping pelatihan, khususnya pada komoditas kakao," katanya.
Keikutsertaan Widyaiswara BBPP Batangkaluku dalam pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen penguatan kapasitas SDM pertanian yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Melalui peningkatan kompetensi tersebut, BBPP Batangkaluku diharapkan mampu terus berkontribusi dalam mendukung transformasi pertanian dan pengembangan komoditas kakao yang berdaya saing," ungkap Jamaluddin Al Afgani.
Komoditas Kakao
Erma Dewi mengakui bahwa keikutsertaannya pada pelatihan kakao bertujuan meningkatkan kompetensi di bidang perkebunan, khususnya komoditas kakao.
Dia menambahkan, materi yang disampaikan selama pelatihan dinilai sangat luar biasa dan ter-update dengan perkembangan teknologi terbaru.
“Seluruh materi yang diberikan sangat relevan dan aplikatif, mulai dari konsep multiclon pada tanaman kakao, teknik pembibitan hingga adopsi serta observasi langsung di perkebunan kakao,” kata Erma Dewi.
“Pengetahuan ini akan saya terapkan dalam pelaksanaan pelatihan teknis perkebunan, khususnya kakao, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelatihan dan pengembangan SDM pertanian,” tutupnya.
(Red/*)
Artikel terkait = berita2bahasa.com