Tingkatkan Produksi Pangan, Pemerintah Percepat CSR di Konawe Selatan

 

Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian melakukan pengecekan lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Jumat (3/4).

 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan tersebut juga diisi dengan koordinasi Kementerian Pertanian RI (Kementan) bersama para penyuluh pertanian setempat.

 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas basis produksi pangan nasional melalui program CSR.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan swasembada pangan.

 

“Kementan mendorong intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi dilakukan melalui peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, pemanfaatan teknologi, dan inovasi. Sementara itu, ekstensifikasi didorong melalui program optimalisasi lahan rawa dan cetak sawah rakyat,” katanya.

 

Pengecekan bertujuan memastikan kesiapan lahan sekaligus mempercepat proses tanam guna mendukung peningkatan produksi padi nasional.

 

Tenaga Ahli Mentan, Abdul Haris Bahrun menyampaikan bahwa terdapat dua lokasi utama yang menjadi fokus peninjauan, yakni Desa Labojaya dan Kelurahan Konda di Kecamatan Konda.

 

Di Desa Labojaya, sebagian lahan telah ditanami padi berumur sekitar satu bulan menggunakan sistem tanam tabela dengan varietas Inpari 42 dan Inpari 32. Sementara itu, sebagian lahan lainnya masih dalam tahap persiapan tanam.

 

Adapun di Kelurahan Konda, seluruh proses pengolahan lahan telah selesai dan siap memasuki tahap tanam. Rencananya, kegiatan tanam serentak akan dilaksanakan pada 9 April 2026 bersama brigade Pangan di seluruh Indonesia.

 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan, melalui kegiatan tersebut, BBPP Batangkaluku bersama Tenaga Ahli Mentan terus mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya para penyuluh pertanian, guna memastikan keberhasilan program cetak sawah rakyat.

 

"Program ini diharapkan mampu meningkatkan luas tanam, produktivitas padi, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan," katanya.

 

(Red/*)

Artikel terkait = berita2bahasa.com