Tanam Perdana, UPT Pelatihan Kementan Dukung CSR dan Oplah di Luwu Utara
Luwu Utara, Sulawesi Selatan - Dalam upaya mendukung peningkatan produksi pangan nasional, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bersama Dinas Pertanian Luwu Utara dan penyuluh serta para petani melaksanakan kegiatan Tanam Perdana di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Rompu, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis (12/3).
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan Tanam Perdana merupakan bagian dari upaya Optimalisasi Lahan (Oplah) pertanian baru hasil program CSR yang diharapkan mampu meningkatkan luas tanam dan produktivitas padi di Kabupaten Luwu Utara.
Upaya BBPP Batangkaluku di Luwu Utara, sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa Program CSR dan Oplah merupakan solusi konkret mengantisipasi alih fungsi lahan, krisis pangan global dan dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian nasional.
“Cetak sawah dan optimasi lahan adalah kunci untuk menjamin ketersediaan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kita tidak boleh bekerja biasa-biasa saja,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, pengembangan lahan melalui program CSR harus diiringi dengan penguatan peran penyuluh serta peningkatan kapasitas petani di lapangan.
"Program cetak sawah bertujuan meningkatkan indeks pertanaman dan mencapai swasembada pangan, melalui perluasan lahan, peluang produktivitas pertanian semakin besar," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaludin Al Afgani menyampaikan bahwa program CSR membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penyuluh dan petani agar lahan yang telah dicetak dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
"Terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak, ini terus kita galakkan untuk terus bersama-sama mencapai swasembada pangan berkelanjutan," katanya.
Jamaludin Al Afgani dalam arahannya mengatakan, bahwa lokasi CSR yang telah dikonstruksi dan layak ditanami tanpa ketergantungan dengan air, akan dilakukan pertanaman menggunakan varietas padi gogo.
"Varietas ini tahan terhadap cekaman kekeringan sehingga air yang minim itu sudah cukup untuk menumbuhkan tanaman padi," katanya.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Luwu Utara, Made Sudana mengatakan dengan adanya kegiatan Tanam Perdana merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada petani agar terus semangat dalam mengelola lahan pertanian.
"Di Desa Rompu pada 2026 mendapat alokasi cetak sawah dengan luas 17,4 hektar. Lahan tersebut diharapkan mampu menambah luas tanam padi serta meningkatkan produksi pertanian di Luwu Utara," sebutnya.
(Red/*)
Artikel terkait = berita2bahasa.com