Optimisme Swasembada Pangan Menguat, UPT Pelatihan Kementan Konsolidasi Penyuluh Sulsel
BBPP Batangkaluku, Gowa - Dalam suasana hangat pasca perayaan Idulfitri 1447 H, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bersama para penyuluh pertanian Kabupaten Gowa menggelar kegiatan Halal Bi Halal (HBH) pada Jumat (27/3).
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, menyampaikan bahwa kegiatan HBH ini mengusung tema "Tingkatkan Kinerja dengan Berkolaborasi Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan di Tengah Dinamika Geopolitik Dunia", yang menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan.
Kegiatan HBH yang diselenggarakan oleh BBPP Batangkaluku selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, yang optimistis bahwa Indonesia mampu mencapai swasembada pangan dalam waktu kurang dari tiga tahun.
Hal tersebut juga selaras dengan instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menegaskan pentingnya kemandirian pangan nasional.
"Capaian tersebut tidak lepas dari kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga Perum Bulog sebagai pengelola cadangan pangan nasional," ujar Jamaluddin.
Senada dengan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian yang adaptif dan inovatif.
“ASN harus terus mengembangkan kemampuan, adaptif terhadap perubahan global, dan menjunjung tinggi profesionalisme dengan menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya,” tegasnya.
Konsolidasi BBPP Batangkaluku
Jamaluddin Al Afgani menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga ruang konsolidasi untuk mempertegas komitmen bersama dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, terutama di tengah dinamika global yang memengaruhi ketahanan pangan.
Ia mengingatkan bahwa dinamika geopolitik global berdampak langsung terhadap sektor pertanian, mulai dari terganggunya rantai pasok hingga fluktuasi harga komoditas pangan.
“Di tengah kekhawatiran global akan krisis pangan, Indonesia saat ini memiliki stok sekitar 4 juta ton beras. Dalam waktu dekat, kita juga akan memasuki panen raya, sehingga pemerintah telah menyiapkan tambahan kapasitas gudang hingga 2 juta ton,” ungkapnya.
Stok Pangan Nasional
Pemerintah saat ini tengah mengupayakan kapasitas penyimpanan hingga total 6 juta ton beras, yang diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan nasional selama 8 hingga 12 bulan ke depan. Menurut Jamaluddin, target besar ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
Kegiatan tersebut ditutup dengan ramah tamah yang berlangsung penuh keakraban, dihadiri oleh para pegawai, purnabakti, serta penyuluh pertanian dan perikanan. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi energi positif untuk mendukung percepatan pembangunan pertanian nasional, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
(Red/*)
Artikel terkait = kepopedia.co.id